PERTOBATAN

Materi Untuk Katekumen, Minggu 21 s/d Sabtu 27 September 2008

2. TOBAT

Dalam pelajaran minggu lalu telah dibicarakan bagaimana menjadi orang beriman. Iman itu suatu anugrah dari Tuhan, bukan hasil usaha manusia . Untuk itu beriman berarti rela terbuka dan menjawabi kehendak Allah dan iman itu dinyatakan dalam tindakan hidup sehari-hari. Bila kita menghendaki iman bertumbuh, maka sikap dan semangat TOBAT harus dibangun terus menerus.

Bertobat berarti : Kerelaan dan kemampuan melihat kembali sikap dan cara hidup kita untuk kemudian memperbaruinya menurut apa yang diajarkan Yesus.

Bertobat itu merupakan tuntutan Injil. Seruan Yesus ketika datang di Galilea untuk mewartakan Kerajaan Allah ialah, BERTOBATLAH DAN PERCAYALAH KEPADA INJIL” (Mrk 1:15). Dengan demikian Yesus mengulangi seruan Yohanes Pembaptis yang telah tampil lebih dahulu untuk mempersiapkan jalan bagi kedatangan Kristus.

Sampai akhir hidup-Nya Yesus selalu menekankan perlunya pertobatan itu. Ketika memberi pesan terakhir kepada murid-muridNya, yang akan meneruskan karya yang telah dimulai oleh Yesus, Ia memberi pesan, “Jadikanlah semua bangsa muridKu baptislah mereka dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus, dan ajarilah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu” (Mat28:19-20)

Rasul Yakobus menegaskan hal tersebut dengan mengatakan:”hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja (Yak. 1:22).

Kita dapat bertobat kalau dibantu oleh rahmat Allah . Pertobatan itu suatu proses perjalanan rohani di mana kita beralih dari “manusia lama” menjadi ‘manusia baru’. Sebagaimana manusia baru kita menerima Kristus sebagai “jalan, kebenaran, dan hidup” (Yoh 14:6). Peralihan ke manusia baru itu merupakan suatu perubahan perilaku yang hanya dapat terjadi lambat laun dan tahap demi tahap, sama seperti berkembangnya iman.

Tidak semua sikap kita yang lama diubah. Misalnya kalau sebelumnya kita sudah yakin bahwa manusia harus jujur dan sudah berusaha untuk hidup jujur, kita harus tetap dalam pendirian itu. Itulah contoh perintah-perintah Allah yang sudah tersirat dalam hati semua orang. Kristus tidak datang untuk menghapus perintah-perintah itu, melainkan untuk menggenapinya (bdk. Mat 5:17)

Kalau kita sudah mulai hidup menurut pengajaran Kristus, tidak jarang akan terjadi bahwa orang-orang tertentu di lingkungan kita tidak senang lagi dengan kita, mengejek kita atau tidak lagi mau bergaul dengan kita. Yesus Kristus sendiri dulu disebut sebagai “tanda yang menimbulkan perbantahan” (Luk 2:34). Jadi, tidak mengherankan kalu murid-muridNya mengalami nasib yang sama. Namun sebaliknya kita juga akan mengalami bahwa Allah memberi hiburan kepada para murid-Nya tanpa takaran (bdk. Ad Gentes, 13)

Refleksi

1. “manusia lama’ mana yang akan saya tinggalkan sebagai ungkapan tobat saya?

2. Apa tantangan menjadi “manusia baru” yang akan saya pilih?

3. Apa arti peran ALLAH & RAHMAT ALLAH bagiku saat ini?

Tugas : menghayati dan menghafal doa tobat.

DOA TOBAT

Allah yang maharahim,

aku menyesal atas dosa-dosaku,

sebab patut aku Engkau hukum,

terutama sebab aku telah menghina Engkau

yang mahamurah dan mahabaik bagiku.

Aku benci akan segala dosaku,

dan berjanji dengan pertolongan rahmatMu

hendak memperbaiki hidupku dan tidak akan berbuat dosa lagi.

Allah, ampunilah aku, orang berdosa.

Materi Untuk Katekumen, Minggu 14 s/d Sabtu 20 September 2008

1. Aku ingin menjadi orang beriman

  • Apa Percaya itu ?

Menyerahkan diri dengan segenap hati kepada seseorang sebab orang tersebut dapat diandalkan

  • Iman ?

Menyerahkan diri seluruhnya kepada Allah, sambil memperasembahkan ketaatan akal budi dan kehendak sepenuhnya kepada Allah Pewahyu dan menyetujui dengan rela Wahyu yang diberikan ( bdk. Dei Verbum 5) Dan Allah telah mewahyukan diri kepada kita dengan perantaraan Yesus Kristus.

Beriman juga berarti kerelaan menanggapi tawaran Allah yang berkehendak menyelamatkan kita.

Bagaimana agar seseorang dapat bertumbuh menjadi seorang yang beriman?

  • Iman itu anugrah dari Tuhan, bukan hasil usaha kita belaka.
  • Menurut KS (Yesus) : “Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku” ( Yoh. 6:44)
  • Tuhan menawarkan rahmat iman kepada kita, namun kita dapat membuka hati untuk menerimanya atau malah sebaliknya: menutup diri. *

Bagaimana seseorang dapat menanggapi tawaran dari Allah?

  1. Membuka hati sepenuhnya untuk menerima dan menghargai apa saja yang baik dan benar yang kita dapati sebab dengan demikian kita membuka hati bagi Allah, sumber segala kebaikan dan kebenaran.
  2. Bertingkah laku yang sesuai dengan kebaikan dan kebenaran yang sudah kita temukan.

” Barang siapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang” ( Yoh. 3:21)

  1. Berdoa. Dengan doa kita ditarik kepada-Nya yang memberikan ‘terang iman’ itu kepada kita.

KESIMPULAN

  • Menjadi orang Katolik harus orang beriman.
  • Tidak cukup hafal doa dan mengerti materi yang diajarkan Katekis.
  • Iman harus tumbuh dalam hati karena pengaruh rahmat Allah.
  • Iman itu berproses, tidak bisa hanya 3,4, 5, 6 bulan saja.

Para katekumen diharapkan tetap sabar dengan dirinya sendiri agar iman itu dapat tumbuh dalam hatinya*

Refleksi

  1. Apa artinya iman bagiku ?
  2. Apa artinya bagiku ketika Yesus mengatakan bahwa orang hanya dapat datang kepada-Nya kalau ditarik oleh Bapa ?
  3. Bagaimana Sikap yang benar agar saya dapat tertolong menjadi orang yang beriman?
  4. Refleksi saya,mengapa saya menjadi katolik!

Yang berkenaan dengan Katekese Paroki SMTB dapat menghubungi Bp. Harjanto ( 031 71287298 // 08165412060 atau email harkat_sby@yahoo.com atau yuliusharjanto@ymail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: