Gereja Dan Kitab Suci

GEREJA DAN KITAB SUCI

Yesus Kristus dan Gereja-Nya

Kita akan melihat dan mengalami bahwa iman dan tobat itu hanya dapat kita capai bila kita membiarkan diri kita ditolong oleh Yesus. Dengan membuka diri bagi Yesus kita akan mengenal Dia, bukan hanya pengajaran-Nya, tapi juga pribadi-Nya. Yesus bukan hanya seorang tokoh zaman kuno. Sampai saat ini pun Ia masih hidup dan berkarya. Hingga sekarang pun kita dapat berkomunikasi dengan-Nya.

Yesus Kristus memperkenalkan diri melalui Gereja. Jadi, kita mengenal-Nya dengan perantaraan Gereja yang ada di sekitar kita, yaitu umat beriman yang sudah ada.

Maka dari itu, sejak menjadi katekumen haruslah kita berusaha untuk mengenal umat Katolik setempat (selingkungan, sewilayah maupun separoki) dan bergaul akrap dengan mereka dengan mengikuti berbagai kegiatan yang ada di lingkungan, wilayah itu ( misalnya pendalaman iman, pendalaman Kitab Suci, devosi dsb). Kita tidak dapat menjadi orang Katolik seorang diri.

Allah memperkenalkan diri-Nya

Gereja Katolik dalam pewartaannya bersumber pada Kitab Suci. Kitab Suci merupakan Sabda Tuhan kepada kita. Kitab Suci disusun berdasarkan pengalaman umat beriman yang merasakan bahwa Tuhan itu ada, hadir, dan berkarya dalam hidup mereka.

Dalam Kitab Suci Perjanjian Lama umat beriman sudah mempunyai pengalaman tentang hadir dan berkaryanya Allah. Dengan iman mereka melihat Allah dalam kejadian-kejadian yang mereka alami. Allah mencipta, Allah memelihara, Allah menyelamatkan, dan Allah bersabda melalui para nabi dan melalui peristiwa-peristiwa sehari-hari. Dalam Perjanjian Lama diungkapkan bagaimana Allah memanggil Abraham untuk menjadikannya bangsa yang besar, bagaimana  kemudian bangsa ini dididik oleh-Nya dengan perantaraan Musa dan para nabi agar mengakui-Nya sebagai Allah yang Esa, yang hidup dan benar, dan sebagai Bapa Penyelenggara dan hakim yang adil. Bangsa itu juga dididik oleh-Nya untuk menantikan Juru Selamat yang terjanji. Dengan demikian berabad-abad lamanya Allah mempersiapkan jalan bagi pewartaan Injil.

Hadirnya, bersabdanya dan berkaryanya Allah mencapai puncaknya dalam Perjanjian Baru ketika Allah bersabda kepada kita dalam diri PutraNya (Ibr 1:1-12). Putra-Nya telah diutus untuk tinggal di antara kita dan mengungkapkan kepada kita tentang isi hati Allah. Dialah Yesus Kristus, Sabda yang menjadi manusia. Ia menuturkan sabda Allah dan melaksanakan karya keselamatan. Dengan perkataan dan perbuatan, dengan tanda dan mujizat, tetapi terutama dengan wafat serta kebangkitan-Nya dari maut, dan akhirnya dengan mengutus Roh Kudus, Ia menunjukkan bahwa Allah beserta kita untuk membebaskan kita dari kegelapan dosa dan maut serta membangkitkan kita untuk hidup kekal. Sesudah Kristus wafat dan bangkit, murid-muridNya mengerti siapakah Dia itu sesungguhnya dan mereka beriman kepada-Nya. Dalam sinar iman mereka mengenangkan peristiwa-peristiwa kehidupan, wafat, dan kebangkitan Yesus dari Nazaret. Kemudian iman mereka  itu mereka ungkapkan bagi orang lain. Mereka memberi kesaksian bahwa Yesus dari Nazaret yang menderita, wafat dan bangkit adalah Penyelamat manusia. Kesaksian itu mereka teruskan secara lisan. Itulah yang disebut Tradisi Lisan.

Berangsur-angsur kesaksian mereka itu dicatat oleh para rasul dan para murid rasul yang diilhami oleh Roh Kudus dalam Kitab-kitab. Itulah yang disebut Kitab Suci Perjanjian Baru. Perjanjian Baru selesai ditulis beberapa puluh tahun sesudah Kristus.

Kitab Suci adalah Sabda Allah

Kalau kita ingin mengenal seseorang, kita memperhatikan apa yang dikatakan dan apa yang dikerjakan orang itu. Begitu pula bila kita ingin mengenal Allah, kita perlu memperhatikan apa yang dikatakan dan dikerjakan Allah dalam peristiwa-peristiwa keselamatan, lebih-lebih dalam Pribadi Yesus Kristus. Dan ini kita temukan dalam Kitab Suci. Dalam Kitab Suci Allah memperkenalkan Diri, Allah mewahyukan Diri. Dengan membaca Kitab Suci kita bertemu dengan Kristus.

Wahyu Allah termuat dalam Kitab Suci. Dalam menulis Kitab Suci itu para pengarang mendapat ilham (dorongan, tuntunan dan terang) dari Roh Kudus. Dengan demikian Kitab Suci terjadi berkat kerja sama antara Tuhan dan manusia.

Pembagian Kitab Suci

Kitab Suci meliputi Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

Perjanjian Lama terdiri dari 45 kitab besar kecil: semuanya ditulis sebelum Kristus. Kitab-kitab Perjanjian Lama dapat dibagi dalam 3 golongan:

  • Kitab-kitab sejarah (antara lain kitab-kitab Taurat)
  • Kitab-kitab kebijaksanaan (antara lain kitab Mazmur)
  • Kitab-kitab para nabi (antara lain Yesaya dan Yeremia)

Kitab Suci Perjanjian Baru terdiri dari 27 kitab:

  • Keempat Injil (kesaksian-kesaksian tentang Yesus, karangan Matius, Markus,Lukas dan Yohanes),
  • Kisah para rasul
  • Surat-surat para rasul (yang terbanyak dari Paulus).
  • Kitab Wahyu.

Pentingnya membaca Kitab Suci

Dalam Kitab Suci Tuhan bersabda kepada kita secara pribadi. Mungkin dalam bentuk wejangan, mungkin dalam kisah, ceritera, perumpamaan, atau renungan. Itu masih akan kita selidiki, supaya maksud Kitab suci yang sebenarnya dapat kita pahami dengan tepat dan supaya pesannya dapat kita tangkap. Kitab Suci itu Sabda Tuhan bagi kita: bapak, ibu, pemuda, anak, sesuai dengan kebutuhan kita masing-masing yang selalu berkembang.

Kitab Suci harus kita terima dan kita baca dengan iman. Maka kita menyerahkan diri kepada Allah yang menolong kita oleh Roh-Nya. Dialah yang menggerakkan dan mengarahkan hati kita serta membuka mata budi kita untuk mengimani kebenaran yang diwahyukan.

Namun kita tidak hidup seorang diri. Kita hidup bersama dengan umat beriman lainnya, sebagai anggota Gereja Kudus. Kita memiliki Kitab Suci karena Gerejalah yang menyampaikannya kepada kita. Gereja Kudus mendengarkan Kitab Suci dengan saleh, memeliharanya dengan khidmat dan menjelaskan bagi kita dengan setia, dengan dibantu oleh Roh Kudus ( Dei Verbum 10)

Renungan

“Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Putra-Nya” (Ibr 1:1).

Sumber : Warta Gembira Untuk Calon Baptis, Ikutilah Aku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: